Monday, December 12, 2011

Pacaran VS Ta'aruf

Aku Punya cerita, menyambung yang orang sampaikan, menjiplak cerita orang, sedikit dikarang, dan pastinya sedikit seru, hahaha (yang penting hikmahnya, right?)

berdasarkan fakta dan juga fiktif yang dikolaborasikan semoga bisa kita ambil pelajaran, :)



Satu kalimat pembuka yang susah, mau tanya aja, ” Sudah punya pacar belum?” [ lho..?!?!? ]. Pacaran, sudah perkara basi untuk dibahas. Tapi kenapa juga, masih banyak orang yang pacaran. Bahkan kuantitasnya makin lama makin menjadi. Dan lebih miris lagi virus ini menjangkiti mereka yang katanya udah “ngerti” agama. Ha......yo..?!?!? PARAH!!!!





Teringat, sebuah pertanyaan teman Fulan SMA yang sedang futur waktu itu. lantaran ada ikhwan yang menembaknya, [ wuih ternyata mati beneran ]. Dia pernah bertanya, ” Mas kalo mau menikah tanpa pacaran, Mas bisa ?” Belum sempat saya menjawabnya ia memberondong lagi dengan pertanyaan yang lain ” Mas bisa kita menikah dengan orang yang ga jelas kepribadiannya?” ” Mas bisa kita langsung enjoy hidup dengan seseorang belum sepenuhnya yang kita kenal asal usulnya..?” ” Mas bisa…” Belum sempat aku menjawab, dia sudah ngeloyor pergi. Sebuah ekspresi yang sulit sekali aku melupakannya.[ Duw..]





Pacaran, kenapa dilarang?. Sudah ku katakan hal ini sudah basi untuk dibahas. Tapi ingatan itu masih terlalu jelas untuk tidak kutulis menjadi sebuah tulisan. sebuah tulisan yang tidak bermaksud untuk mendoktrin, tidak bermaksud untuk menggurui, bukan maksud hati ingin menyakiti, dan bukan maksud hati pula sok suci. Open your eyes, open your mind. Sungguh.. i love u coz Alloh semata, tulisan ini kutulis untukmu. Sungguh, karena aku sangat menyayangimu, kuberanikan lagi menulis ini untukmu. Sungguh, karena aku sangat menghormatimu kubiarkan lentik jari terus menari.





Ada perasaan laen yang kurasakan, entah apa itu, hawa yang lain. Tiba-tiba pula datang seorang perempuan berjilbab kecil memberikan senyum manisnya untuk kami, kami-pun tersenyum padanya.

Hati ini tidak bermaksud membuka aib siapa-siapa. Sungguh suatu aib jika membuka aib keluarga, tapi insya Allah ini bukan aib. Sebuah miniatur kebahagian keluarga adakalanya juga terkoyak oleh sesuatu apapun itu, namanya juga kehidupan ada suka dan duka saling melengkapi. Saya mempunyai kisah seperti ini. Ceritanya, sehabis makan malam pada suatu keluarga abi dan uminya bertengkar. Sebenarnya ga mau nguping, tapi terdengar sendiri pertengkaran itu, hanya karena ternyata diantara kedua orang itu pada waktu mudanya pernah terlibat asmara alias pacaran (entah umi ataupun abi), katanya seh sempat pacaran yang agk gmn gto. untung saja pertengkaran kecil tadi, cuman sebentar. Kalo lama-lama pasti saya udah nangis. [ hiks hiks ]





Dari sini saya berkesimpulan, mau ga mau hubungan 2 insan lain jenis, itu mampu menimbulkan kesan tersendiri. Entah itu nol koma berapa persen pasti ada kesan tersendiri, mungkin juga aku dengan kamu yang membaca tulisan ini pernah juga ada kesan. [ halah.. lha kok PD ]. So, boleh jadi kamu yang sekarang yang lagi pacaran, juga akan mempunyai kesan terhadap pacar kamu yang nantinya akan berefek ga baik pada keluarga yang kamu bina kelak.





Teringat lagi, akan sebuah cerita seorang temen yang suka ngajak curhat, ” Pacarku ga pernah bisa memberikan kebahagian kayak pacarku yang dulu.. ” ( sambil terisak-isak ) Saya harus ngomong apa coba, kalo diajak curhatan masalah beginian. Saya bilang nyeplos aja, ” Boleh jadi pacarmu berikutnya juga bilang hal yang sama seperti itu ” [ huu.. jahat banget seeh ]. saya juga ga nyadar juga, kata-kata sensitif itu akhirnya keluar juga, pada dasarnya saya benci pacaran, eh malah diajak curhatan beginian so hilang degh kesabarannya. Tapi ternyata ada ibrohnya juga, yups anda benar cewek tadi sekarang ga pacaran lagi [ Alhamdulillah tenan..]. Pacaran akan menimbulkan efek banding membandingkan.





Belum lagi kalo pacarannya ngenes, alias menyeramkan!. Dari sisi manapun. wanitanya selalu dirugikan. Yach, kalo cuman pegang-pegangan, kalo lebih dari itu lha sangat repot. Enak aja itu cowok, menikmati keindahanmu, sedang kamu ga diberikan imbalan apa-apa, paling-paling cuman rayuan, traktiran, dan barang pemberian, heran ya.. kok mau maunya keindahan diganti dengan barang yang kenikmatannya hanya beberapa detik saja. So, apa pendapatmu selanjutnya? masih mau pacaran?.





Terus kalo ga pacaran, gimana nikahnya?. Ya ta’ruf dong. Ta’aruf artinya perkenalan. Lalu berapa seseoarang memasuki tahap ta’aruf?. Sebenarnya ga ada dalil yang pas yang menerangkan dengan jelas. Tapi klo bisa ya secepatnya. Nah, yang ingin saya tekankan tuh disininya. Kadang memaknai ta’aruf dengan pacaran Islami. Jujur, saya sendiri sebenarnya paling sebel kalo nama sesuatu ditambah-tambahin dengan embel-embel Islami untuk melegalkan sesuatu yang semestinya tidak legal.





salah seorang teman pernah mengeluhkan, lha wong ta’arufnya sudah jalan selama 2 bulan eh kok ga jadi nikah seeh. Ya memang bukan jaminan, ketika ta’aruf langsung jadi nikah. Karena ada faktor x yang mungkin bercokol didalamnya. Trus ada teman lagi yang mengeluh, ” ihh ga syar’i banget seeh.. masak si ikhwan datang mulu ke kost..” yang lain nimpalin ” Eh gapapa no, khan mereka sudah ta’ruf 3 bulan lagi mau nikah ..”. Hah, jadi seperti ini potret remaja Islam kita. [ Sedih campur sebeel ]





Akhi wa ukhty yang namanya ta’aruf itu tuh bukan seperti pacaran Islami. Belum halal untuk dimiliki, walaupun sudah di khitbah. Khitbah ( peminangan ) itu aja sudah yang benar-benar mendekati fase-fase nikah aja masih belum halal untuk diperlakukan sebagai suami/istri. Egh ini malah-malah baru ta’aruf sudah seperti ini. ” Ya Muqollib Al qulub tsabiit, qulubananaa fii diniik! ” wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati ini selalu dalam agamaMu. Hati sesuatu yang tidak bisa ditebak, susah dimengerti, dan susah untuk dijaga. Seeiring berlangsungnya fase ta’aruf semoga hatimu selalu terjaga, masih terhijab olehNya, masih terhijab oleh takut akan siksaNya. Huallohu ‘alam saya nanti, tapi kalo sudah seperti kasus ini saya sangat benci. [ duw malah curhat..]





Ta’aruf bisa dilakukan dengan 3 metode:





1. Melihat muka dan telapak tangan. Ini hadis yang meriwayatkan ada lh0.. Telapak tangan yang bagus seorang wanita [ ini juga kata hadist neeh ..] yang runcing jarinya, dan? di pangkal kuku ada putih-putihnya. Semakin lebar putih-putih kukunya makin bagus, katanya seeh menandakan kesuburan wanita itu.





2. Melihat seluruh tubuhnya. Ya bukan calonnya yang melihat, tetapi menyuruh orang untuk melihatnya, apakah sesuai dengan keinginan atau tidak. Kalo tidak ya sudah dibatalkan, kalo sesuai ya lanjut. Tapi ada yang pernah bilang, calonnya juga gpp. [ wah pas waktu diskusi gitu, saya langsung marah-marah..! huu dasar ikhwan..! Fisik banget seeh]





3. Memberikan biodata diskripsi diri. watak dan fisik tanpa foto. Gitu ..





Tapi bagaimana mungkin bisa menjaga hati kalo ta’arufnya aja lama banget. Yach gimn lagi ada alasan ini alasan itu yang ga bis aditolelir, kunci nya cuman satu pren, jaga intensitas ketemu. Ga usah sering telpon-telponan, ga usah sering sms-an, klo tinggal nunggu kenikmatan sebentar lagi, kenapa harus nyuri-nyuri, kenapa ga sabar, sedang rosul saja begitu sabarnya menunggu aisyah sejak dipinang pada usia 9 tahun untuk menjadi istrinya, beliau juga manusia yang punya nafsu juga lho.. . Subhanalloh Rosululloh bisa, kenapa kita enggak. So benar-benar kita baru dalam kondisi istijrot, sedang diberi ujian kenikmatan maka janganlah lalai. Bahkan ada fenomena ngetek duluan, nembak dulu, nikahnya ntar pas abis lulus, duw lamanya, bisa tahan??. Bisa jamin kamu tidak mati dalam kondisi yang hati yang sakit karena ternodai?





” Sesungguhnya yang kutakutkan atas umatku adalah fitnah syahwat dan fitnah syubhat.. ” Rosululloh aja khawatir ke kita, kenapa tidak boleh aku khawatir terhadapmu.





Semua pasti menginginkan yang masih benar-benar virgin hatinya, belum pernah menduakanNya, hingga akupun menginginkan orang yang menjadi pendampingku nanti adalah orang yang menjadikanku cinta pertamanya, belum pernah mencintai orang lain dan berpacaran dengan orang lain.. [ hehe .. just a dream ] Boleh jadi apa yang kita inginkan, tidak sama dengan apa yang kita dapatkan, semua Alloh-lah yang mengatur. Sekarang yang jadi kunci utamanya adalah perbaiki diri dulu, insya Alloh orang yang diberikan kepada kita adalah orang yang selalu memperbaiki diri, amin..!





” Sesungguhnya wanita yang baik untuk lelaki yang baik ”





saling memberi nasehat





Selesai





Nah itulah sekilas tentang ta`aruf dan pacaran. Ingat kalo pacaran itu kuno!

Friday, September 2, 2011

Bismilahirrahmanirrahim

"Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin Allahuma Sholli Wa Sallim 'Ala Sayyidina Muhammad Wa 'Ala Alihi"

Ya Allah bukalah hati dan fikiran kami sebagai seorang manusia, Ya Allah bukalah hati dan fikiran kami sebagai hamba_Mu, mengapa ibadah kami masih berantakan?, mengapa hidup kami masih penuh dengan masalah?, mengapa jika kami punya keinginan masih belum terjawab?,

"Wamayyuktal Khikmata Faqod Uutiya Khoiron Katsiro"

Ya Allah jadikan kami mengawali bulan syawal ini mempunyai alat ukur, yang menjadi penting bagi kami bukan apakah selesai semua masalah kami, terkabul semua keinginan kami, sembuh semua penyakit kami, kini kami sadar Ya Allah hal yang terpenting buat kami dan kami mintakan dari_Mu Ya Allah agar engkau tanamkan dalam hati dan fikiran kami, apakah kami sudah mendapatkan ampunanmu atau belum? Akankah kami meninggal dalam keadaan penuh dosa dan maksiat, siapkah kami menghadapmu dalam keadaan hati yang bersih dan suci? Ya Allah ajarkan kami Ya Allah dalam Riyadhah pada_Mu,

"Subhanakala 'ilmalana illama 'Alamtana Innaka Antal 'Alimul Hakim"

Ya Allah panjangkan umur kami Ya Allah, jadikan sisa umur kami adalah rahmat bagi kami dan orang-orang disekitar kami, jadikan sisa umur kami berkah bagi kami dan orang-orang disekitar kami, jadikan sisa umur kami manfaat bagi kami dan orang-orang d'sekitar kami Ya Allah, Ya Allah bersihkan fikiran kami, bersihkan hati kami, bersihkan telinga kami mata kami bersihkan Ya Allah kaki dan tangan kami, sebelum engkau mintakan pertanggung jawaban dan persaksian dari mereka,

"Ya Allah Ya Mujibassailin Ighfirlana Ya Ghofur Wa Ya Arhamarohimin Irhamna"

Ampuni kami Ya Allah sayangi kami Ya Allah, tuntunlah kami hingga menemukan cahaya_Mu Ya Allah hingga mendapatkan ampunan_Mu,

"Robbana Atmimlana Nurona Waghfirlana Innaka 'ala Kulli Syaiin Qodir"

Jangan sampai kami gelisah Ya Allah sebab dunia yg tidak ada dalam genggaman kami, jangan sampai kami gelisah Ya Allah sebab masalah yg slalu ada dalam hidup kami, tapi jadikanlah kami gelisah Ya Allah bila kami jauh dari_Mu, bila kami lalai mengingat_Mu, jadikan kami gelisah Ya Allah jika kami tidak mendengar panggilan_Mu,

"Allahuma Dzakkirna Minhuma Nasina Wa'alimna Minhuma Jahilna, Allahumarhamnabil Qur'an Waj'alhulna Imama Wa Nuro Wa Huda Wa Rahmah", "Allahuma Inna Nasaluka Mujibati Rohmatik Wa'aza Imamaghfirotik Wa Ghonimata Min Kulli Birrin Wa Salamata Min Kulli Ismin La Tada'lana Hamban Illa Ghofartah Wa La Hamman Illa Farrojtah Wa La Hajatan Illa Qodoitaha Ya Arhamarohimin Irhamna Wa Qina 'Adzabannar"

Ya Allah ijinkanlah kami memberikan yg terbaik untuk_Mu Ya Allah, memberikan yang terbaik untuk kami, untuk orang-orang tua kami, untuk saudara-saudara kami, untuk kawan-kawan kami,

"Fiddunya Khasanah Wa Fil Akhiroti Khasanah Wa Qina 'Adzabannar Walhamduliilahi Rabbil 'Alamin"

Saturday, April 24, 2010

Anugerah Allah

Hidup ini adalah milik Allah, dan kepada-Nya hidup ini akan dikembalikan, maka dari itu jangan pernah mengulangi atau bahkan menambah kesalahan yang baru. Jangan sampai semua hal dalam ikhtiar kita untuk mengharap ridho-Nya menjadi sia-sia. Kesuksesan akan di dapat dengan menjaga perintah-Nya, ini yang utama dan tidak boleh ditinggalkan, antara lain :
1. Shalat
2. Puasa
3. Zakat
4. Ikhtiar
5. Pebanyak amalan sunnah(puasa sunnah,membaca Al-Qur'an,membaca Shalawa,etc).
6. Berdo'a,memohon kepada Allah(ampunan dan ridho-Nya)
7. Memasrahkan semua ikhtiar kita kepada Allah
Bersyukurlah setiap saat, karena Allah selalu memberi nikmat pada kita, jangan pernah kita berbuat dosa, pokoknya sebisa mungki jauhi yang namanya "DOSA"
Sekarang ayo lakukan yang terbaik untuk Tuhan kita, Tuhan Semesta Alam, yang Maha Agung, yaitu Allah Subhanahuwata'ala

Kehidupan baruku

Like the sound of silence calling
I hear your voice and suddenly I'm falling
Lost in a dream
Like the echoes of our souls are meeting
You say those words, my heart stops beating
I wonder what it means
What could it be that comes over me
At times I can't move
At times I can't hardly breathe

When you say you love me
The world goes still, so still inside
When you say you love me
For a moment, there's no one else alive

You're the one I've always thought of
I don't know how but I feel sheltered in your love
You're where I belong
And when you're with me if I close my eyes
There are times I swear I feel like I can fly
For a moment in time
Somewhere between
The heavens and earth
I'm frozen in time
Oh when you say those words

When you say you love me
The world goes still so still inside
When you say you love me
For a moment, there's no one else alive

And this journey that we're on
How far we've come and I
Celebrate every moment
When you say you love me
That's all you have to say
I'll always feel this way

When you say you love me
The world goes still so still inside and
When you say you love me
In that moment, I know why I'm alive

When you say you love me

When you say you love me
Do you know how I love you?